Bismillahirrahmanirrahimm...
"Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?"
Setiap mendengarnya adalah hal yang menyesakkan dalam jiwa. Karena pribadi yang tak pandai bersyukur. Astagfirullah...
Jika saya menilik lagi, apa saja yang sudah saya alami di Bulan ini,
September 2011. Subhanallah.. Banyak banget nikmat tak dikira.
Tulisan ini tentang episode Ricuh Ambon
Sebenarnya yang saya tulis bukan ttg kericuhan ambon. Tapi semangat saya mempelajari kerusuhan ambon. Mungkin telat, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali..
keinginan mempelajari bukan dikarenakan keinginan biasa, atau saya bener2 serius didalamnya. Namun karena, saya menerima (bisa juga dikatakan mengajukan diri) undangan dari Bu Konjen AS.
Pertama dapat undangan itu, saya tanya, emang diskusinya tentang apa? Dijawab teman, hmm.. mungkin ttg ahmadiyah, sekular, plurasim, atau yang hot sekarang tentang ambon.
Dari materi2 yang diprediksi saya sangat tertarik untuk mempelajari membaca / mengumpulkan informasi lebih dalam lagi tentang ini. Hmm...
Strategi pertama, Seandainya aq bisa ngoding dalam 1 malam untuk membuat resume dekomen2 terkait ambon.
Strategi pertama gagal.
Strategi kedua. Saya gugling di internet dan membaca-baca. Cukup berhasil, tapi terkendala sifat buruk saya yang nggak betah duduk didepan kompie lama-lama.
Strategi ketiga, saya telepon kakak kelas saya, buat tanya2 saran mengenai ini. Dan saya diberi saran untuk membaca bukunya Jusuf Kalla, sayangnya solusi ini gagal.
Strategi keempat, sms teman buat minta tolong kumpulkan materi ttg ambon. Terkait penduduk, budaya, peta, dan kasus-kasus yang ada. Ini pun gagal.
Strategi kelima, saya pasrah.
Akhirnya cara yang riil yang bisa saya lakukan adalah membaca Al-Qur'an. dan alhmadulillah waktu dipertemukan dg Juz 3/4 yang bicara ttg ini. Satu hadist yang saya ingat ketika saya membaca tafsir jilid 1 Ibnu Katsir adalah: Tolonglah diantara kalian orang2 yang terdzolimi dan berbuat dzolim. Maksudnya menolong orang yg berbuat dzolim adalah dengan cara mencegah agar dia tidak sampai melakukan kedzolimannya.
Subhanallah, Allah menjadikan al-qur'an dan hadist sebagai petunjuk nyata manusia.
Tepat H-1 pertemuan, saya pun masih santai. Namun begitu sms dari kawan saya yang pernah ikut sebelumnya, hmm.. saya jadi galau untuk ikut forum itu. Tapi bagaimanapun saya telah janji untuk hadir.
Sepanjang perjalanan, saya mengatur strategi, mulai dari doa-doa g jelas (doa biar diare, doa biar nggak ada penerjemahnya, dsb).
hai...hai fitri....follow back mw link :D
BalasHapusriggawidar.blogspot.com