Al-Imran ayat 134. "(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
maksud dari "Yang menahan marah dan memaafkan manusia" adalah bila mereka marah, maka mereka menahannya, dalam arti menyembunyikannya sehingga orang lain tidak mengetahuinya. Di samping itu, apabila orang lain berbuat buruk kepadanya, maka ia memaafkannya. (Astagfirullah.. Ini sungguh berat ya Rabb)..
Dalam beberapa atsar dikatakan sbb: Allah Ta'ala berfirman: "Wahai manusia, ingatlah kepadaKu jika kamu marah, maka Aku akan mengingatmu bila Aku murka sehingga Aku tidak akan membinasakanmu sbg orang yang Kubinasakan" (HR. Ibnu Abi Hatim)
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a dari Nabi saw, beliau bersabda: "Orang yang kuat pemberani bukanlah orang yang dapat menaklukan musuh dalam gulat, namun orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika dia marah"
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Haritsah bin Qudamah as-Sa'di bahwa dia bertanya kepada Rasulullah saw. "Wahai Rasulullah, ajarilah aku sebuah ungkapan yang bermanfaat bagiku, dan singkatkanlah ungkapan itu agar aku dapat memeliharanya". Maka Rasullullah pun bersabda "KAMU JANGAN MARAH". Kemudia haritsah mengajukan pertanyaan lgi beberapa kali dan dijawab dengan jawaban yang sama.. "Janganlah Kamu Marah".
Imam Ahmad meriwayatkan dari Athiyah bin Sa'ad as-Sa'di, dia pernah bersama Nabi, dia berkata: Rasulllah saw. bersabda "Sesungguhnya kemarahan itu dari setan dan sesungguhnya setan itu diciptakan dari api, dan api dapat dipadamkan oleh air. Jadi , jika salah seorang diantara kamu marah, maka berwudhulah"
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. sehubungan dengan firman Alah "dan orang-orang yang menahan marah", "Sesungguhnya Nabi saw bersabda, "Barangsiapa menaan marah, sedang dia dalam kuasa untuk menumpahkannya, maka Allah akan memenuhi dirinya dengan keselamatan dan keimanan"".
Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Ibnu Uma, dia berkata, bahwa: Rasulullah saw. bersabda "Tiada pertahanan seorang hamba yang lebih utama oahalanya selain penahanan atas kemaran. Dia menahannya karena mencari keridhaan Allah"..
Perlu belajar banyak.. Belajar menahan MARAH demi mencari keridhaan ALLAH.. (so hard to do.. really,, apalagi kalo kita sudah punya kuasa untuk meluapkan semua emosi.)
Astagfirullah..
taken from tafsir Ibnu Katsir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar