Minggu, 11 September 2011

Mengukur Cinta Kita

Al-Imran : 31
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Imam Ghazali pernah berkata..
"Barangsiapa mengaku empat hal tanpa disertai emapat hal yg lain maka dia adalah pembohong. Cinta syurga tapi tidak mau beramal dengan ketaatan. Takut neraka tapi tidak meninggalkan maksiat. Cinta pada Allah tapi mengeluh kesah dari sikasa." (cuma tiga, tapi disumber ditulis ada 4. saya g tau mana yg salah..)

Berkata Rabi'ah:
"engkau durhaka kepada Tuhan sedang engkau memperlihatkan cinta kepadaNya, Demi umurku sebagai sumpahku, hal ini merupakan sesuatu yang aneh. Jika cintamu itu betul, tentu engkau menaatiNya karena sesungguhnya orang yang cinta akan selalu patuh terhadap orang yg dicintainya."

Berkata As-Syubali..:
"Orang-orang yg memiliki kecintaan pada Allah akan minum dari gelas kecintaan, menjadi sempilah bagi mereka bumi dan negeri. Tenggelam di dalam lautan rindu kepadaNya dan merasa nikmat munajat kepadaNya". Kemudian beliau bersyair..

"Mengingat kecintaan, hati tuanku adalah membuatku mabuk. Apakah engkau pernah melihat seorang yg cinta tanpa disertai mabuk?"

Dikatakan, "Sesungguhnya seekor unta apabila mabuk, dia tidak mau makan rumput selama emapt puluh hari dan apabila dibebankan di atasnya muatan yang berlipat, dia pun akan membawanya. Karena apabila telah menggebu di hatinya ingat kekasihnya dia tidak mau  makan, tidak peduli muatan yang berat karena rindunya pada kekasihnya. Lalu kalo kelakuan unta saja mau meninggalkan kesenangannya dan memikul beban berat demi kekasihnya, maka apakah kamu tidak sanggup meninggalkan kesenagan yang diharamkan demi Allah??? Apakah kamu tidak menambahkan pada dirimu beban yang berat demi Allah??
Kalau kamu tidak bisa mengerjakan sesuatu dari kebajikan2 yg telah aku sebutkan, maka pengakuanmu hanya tinggal nama tanpa makna. Tidak akan berguna di dunia dan tidak pula diakhirat, tidak berguna dihadapan makhluk maupun Tuhan Al-Khaliq"...

Mari mengukur.,.. sampai mana batas cinta kita...

Taken From.. Dibalik Ketajaman Mata Hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar