Bismillahirrahmanirrahimm...
"Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?"
Setiap mendengarnya adalah hal yang menyesakkan dalam jiwa. Karena pribadi yang tak pandai bersyukur. Astagfirullah...
Jika saya menilik lagi, apa saja yang sudah saya alami di Bulan ini, September 2011. Subhanallah.. Banyak banget nikmat tak dikira.
Tulisan ini tentang episode Lebaran.
September awal adalah masa-masa lebaran. Lebaran hari kedua bertemu sama Ustadz Danu, yang notabene adalah teman SMP ayah saya. Hmm.. Namanya Ustadz, udah terkenal, mau dakwah enak ya. Nggak pake sungkan.Hmm..(thinking).
Sebenarnya bukan itu Fit kunci dakwah (terkenal), tapi kekuatan imanlah, hingga ia kuat untuk mengatakan Ya atau Tidak. That's the point.
Selain itu, saya juga belajar, bahwa media itu berperan penting dalam dakwah. Dan juga, semakin tinggi seseorang dalam kedudukan masyarakat, maka tantangan dakwahnya semakin besar pula.
Waktu halal bi halal keluarga besar dari Ibu, namanya Bani Hasyim. Astagfirullah, saya pun berusaha menghafal nama-nama dalam list itu, kemudian mencocokkannya dengan keluarga yang hadir. Acara meriah sekali, dan saya yakin akan lebih meriah manakala saya banyak kenal saudara-saudara saya.. T__T.. Maaf mbaahhh...
Dalam acara halal bi halal tersebut, saya mendapatkan ilmu berharga tentang musyawarah. Dan efek dari musyawarah itu sendiri terhadap sebuah keputusan. Masya Allah..
Sepanjang perjalanan, saya mendengarkan siaran radio yang masih terngiang, yaitu ttg Lirik Lir-Ilir.. Maknanya ternyata dalam banget. Dan saya mendapatkan kunci ttg kekuatan dakwah adalah lewat BUDAYA.
Dan episode lebaran kali ini saya tutup dengan komitmen:
Saya akan menjaga tali silaturahim keluarga saya mulai dari sekarang. Biar nggak keteteran setelah orang tua tiada. Karena salah satu kewajiban anak adalah menyambung tali silaturahim orang tuanya dengan saudara/teman2nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar