Sabtu, 05 Mei 2012

Perpisahan Menguras Air Mata


Bermula turunnya SK pindah kerja Bapak ke Bontang, Kaltim. :(
Luar biasa, pukulan paling sakit dalam hidup saya waktu itu. Mungkin juga bagi orang tua saya.

Pendidikan saya yang semakin tinggi, dan waktu kerja bapak yang tidak jelas, plus pengalaman2 buruk tentang kepindahan saya, membuat orang tua saya memutuskan kalau saya harus tetap tinggal di Madiun. Jadilah masa-masa itu menjadi masa-masa penuh tangis perpisahan. Setiap barang yang saya rapikan, selalu ada tangisan. Mungkin begitu pula bagi ibu saya.
Setiap hari penuh tangisan, dan penuh nasihat. saya belum pernah berpisah dengan Ibu saya lebih dari 2 hari selama hidup saya. Dan saat itu harus berpisah dalam waktu lama.

Ibu berpesan, "Fit, Ibu suka lingkunganmu saat ini, Ibu suka teman-temanmu saat ini, dan ibu suka perubahanmu saat ini. Ibu dan Bapak sesungguhnya tidak mempunyai maksud untuk meninggalkan kamu disini, berpisah juga bukan keinginan kami. Bapakmu tidak pasti masa kerjanya, dan kamu sudah SMA, sebentar lagi kuliah. Kamu harus tetep disini, kalau tidak mungkin kamu akan kacau". Dan saya mengangguk dengan cucuran air mata.

Sampai akhirnya, tiba di Bandara Juanda. Selama disana, saya cuma bisa menangis.. Saya anak manja, saya nggak mau pisah sama ibu, sama adek dek jihad, eva, adi, dan si Bungsu Surya.
Bapak terlihat menahan air matanya, Ibu pun tak kuasa untuk menahannya, akhirnya jatuh juga. Sampai pada panggilan terakhir pesawat, saya pun harus berpisah.. Pelukan ibu, bapak, dan adek2 sangat kuat.. Tangis pun pecah.. Kami berangkulan dan tangis saya semakin kencang. Dek Surya waktu itu menangis paling kencang juga, anak 2 tahun itu seharusnya tak mengerti tentang ini..
Saya menangis sepanjang perjalanan Surabaya-Madiun. Sampai di rumah budhe, saya melihat mereka tidak tega melihat saya.. Mata saya bengkak setiap pagi, apalagi kalau bukan karena menangis.. Dan tibalah hari pertama saya dikos-kosan.
Dan disekolah pun demikian, teman2 saya merasakan saya dalam kesedihan luar biasa. Tapi saya merasa sangat beruntung punya teman-teman dan guru-guru yang hebat.
Saya menyadari, bahwa kemandirian saya sedang dilatih saat ini.

Yup, awal-awal ngekos tanpa bimbingan, saya pun urakan.
Membeli barang ini dan barang itu, bukan untuk foya-foya, tapi karena nggak tau mana yang harus dibeli/tidak. Beli baju, kerudung, handuk, dll..
:D Akhirnya uang yang seharusnya buat 1 bulan, ludes dalam waktu 2 minggu.. :P

Saya juga g tau cara mencuci bagaimana, jadi saya kumpulkan bajunya selama satu minggu. Bodohnya saya, pakaian tiap harinya saya rendam dalam air berdetergen dan dibiarkan pakaian itu selama 1 minggu.
akhirnya, di hari minggu, saya pun menangis lagi karena pakaian saya bau semua dan tidak hilang-hilang. sampai akhirnya ibu kos menawarkan saya memakai mesin cucinya, tapi saya menolak. Dengan alasan, kalau cucian pertama ini pakai mesin cuci, maka cucian berikutnya saya tergantung sama mesin cuci.

Itu tadi paling haru dalam hidup saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar