Bismillahirrahmanirrahim..
Hmm...
Tulisan ini merupakan analisis singkat dan sederhana saya, kenapa seseorang tetep berpacaran padahal dia tahu hukumnya..
Latar belakangnya adalah, obrolan bersama teman2/adek2/dll.. tentang aktivis dakwah yang kena virus merah jambu ini, dan sampai pada tahapan pacaran.
Yang paling parah lagi, ada orang yang bilang.. Si A sudah pernah haji dan alim Gpp pacaran, si B dan C anak LDJ juga pacaran. -_-" astagfirullah deh soal ini. >_<. Speechless.. semoga Allah memberikan saya dan teman2 saya ini hidayah.
Yup, Islam mengajarkan pada setiap pemuda/pemudinya untuk terus beribadah untuk Allah.. Pertanyaannya, apakah pacaran itu ibadah?
silahkan jawab sendiri.
Islam mengajarkan pada setiap pemuda/pemudinya untuk menjadi orang2 yang berkomitmen, bertanggung jawab, berani mengambil keputusan..??
Untuk parameter ini, jika dibandingkan menikah, tentu urutan orang yang berpacaran jauh lebih rendah. Anda tau sendiri lah, kenapa Anda masih berpacaran.. :)
Dibandingkan dengan yang membujang pun masih kalah.. :p
Membujang pun juga penuh dengan komitmen,, berkomitmen untuk menjaga perasaan si pasangan sesungguhnya.. agar tak pernah ada jejak2 kenangan indah yang pernah ada dalam hatinya.. sungguh itu juga berat..
ya itu tadi pendahuluan saya sebelum saya menyampaikan analisis singkat dan sederhana saya, kenapa seseorang tetep berpacaran padahal ia tahu hukumnya.
Hasil analisis saya antara lain:
Sederhananya, kepemahamnya belum final tentang janji Allah bahwa manusia telah terlahir dengan rejeki serta jodohnya masing-masing.
Pemilik pemahaman sempurna tentang konsep datangnya jodoh ini tentu tidak akan melakukan perbuatan mendekati zina satu ini.
Ya,, kenapa masih berpacaran, kalau kalian tau sebenernya Jodoh sudah diatur.. Kenapa masih berpacaran kalau tahu, doi belum tentu dia jadi pasanganmuu?
Mau beralasan ikhtiar..?
Ikhtiar juga ada koridornya.. -__-"
Atauu.. jangan2 Anda sedang berusaha mendahului takdir Allah, naudzubillah..
takut, tidak percaya, dan seolah-olah lebih tau, bahwa dia jodohmu..
Semoga Allah mengampuni dan merahmati saya dan teman2 sekalian..
ikhtiar dalam hal ini adalah perbaikan diri. dan ketika siap dengan segala konsekuensinya, maka bersiaplah untuk berkenalan (taaruf). Taaruf efektif dan efisien dijamin lebih dipercaya hasilnya daripada pacaran bertahun-tahun, apalagi pacaran cuma sebentar. ><
Semoga Allah menguatkan kita. Amin
BalasHapus