Sabtu, 05 Mei 2012
Perpisahan Menguras Air Mata
Bermula turunnya SK pindah kerja Bapak ke Bontang, Kaltim. :(
Luar biasa, pukulan paling sakit dalam hidup saya waktu itu. Mungkin juga bagi orang tua saya.
Pendidikan saya yang semakin tinggi, dan waktu kerja bapak yang tidak jelas, plus pengalaman2 buruk tentang kepindahan saya, membuat orang tua saya memutuskan kalau saya harus tetap tinggal di Madiun. Jadilah masa-masa itu menjadi masa-masa penuh tangis perpisahan. Setiap barang yang saya rapikan, selalu ada tangisan. Mungkin begitu pula bagi ibu saya.
Setiap hari penuh tangisan, dan penuh nasihat. saya belum pernah berpisah dengan Ibu saya lebih dari 2 hari selama hidup saya. Dan saat itu harus berpisah dalam waktu lama.
Ibu berpesan, "Fit, Ibu suka lingkunganmu saat ini, Ibu suka teman-temanmu saat ini, dan ibu suka perubahanmu saat ini. Ibu dan Bapak sesungguhnya tidak mempunyai maksud untuk meninggalkan kamu disini, berpisah juga bukan keinginan kami. Bapakmu tidak pasti masa kerjanya, dan kamu sudah SMA, sebentar lagi kuliah. Kamu harus tetep disini, kalau tidak mungkin kamu akan kacau". Dan saya mengangguk dengan cucuran air mata.
Sampai akhirnya, tiba di Bandara Juanda. Selama disana, saya cuma bisa menangis.. Saya anak manja, saya nggak mau pisah sama ibu, sama adek dek jihad, eva, adi, dan si Bungsu Surya.
Bapak terlihat menahan air matanya, Ibu pun tak kuasa untuk menahannya, akhirnya jatuh juga. Sampai pada panggilan terakhir pesawat, saya pun harus berpisah.. Pelukan ibu, bapak, dan adek2 sangat kuat.. Tangis pun pecah.. Kami berangkulan dan tangis saya semakin kencang. Dek Surya waktu itu menangis paling kencang juga, anak 2 tahun itu seharusnya tak mengerti tentang ini..
Saya menangis sepanjang perjalanan Surabaya-Madiun. Sampai di rumah budhe, saya melihat mereka tidak tega melihat saya.. Mata saya bengkak setiap pagi, apalagi kalau bukan karena menangis.. Dan tibalah hari pertama saya dikos-kosan.
Dan disekolah pun demikian, teman2 saya merasakan saya dalam kesedihan luar biasa. Tapi saya merasa sangat beruntung punya teman-teman dan guru-guru yang hebat.
Saya menyadari, bahwa kemandirian saya sedang dilatih saat ini.
Yup, awal-awal ngekos tanpa bimbingan, saya pun urakan.
Membeli barang ini dan barang itu, bukan untuk foya-foya, tapi karena nggak tau mana yang harus dibeli/tidak. Beli baju, kerudung, handuk, dll..
:D Akhirnya uang yang seharusnya buat 1 bulan, ludes dalam waktu 2 minggu.. :P
Saya juga g tau cara mencuci bagaimana, jadi saya kumpulkan bajunya selama satu minggu. Bodohnya saya, pakaian tiap harinya saya rendam dalam air berdetergen dan dibiarkan pakaian itu selama 1 minggu.
akhirnya, di hari minggu, saya pun menangis lagi karena pakaian saya bau semua dan tidak hilang-hilang. sampai akhirnya ibu kos menawarkan saya memakai mesin cucinya, tapi saya menolak. Dengan alasan, kalau cucian pertama ini pakai mesin cuci, maka cucian berikutnya saya tergantung sama mesin cuci.
Itu tadi paling haru dalam hidup saya.
Kerudung Pertamaku
Huft.. Disela2 kejenuhan mengerjakan TA, tiba-tiba saya merenungi, perjalanan saya berada disini. Dan Allah Maha Pengasih memberikan kesempatan saya untuk merasakan indahnya jalan ini.
Kerudung pertamaku, sebenarnya judul ini tidak relevan dengan kondisi yang nampak diluar, tapi bagi batin saya ya, ini adalah kisah kerudung pertamaku yang kukenakan dengan ilmu dan dalam keadaan rela.
Sekolah awal saya adalah TK umum di Jakarta. Dilanjutkan ke Madrasah Ibtidaiyah Hudatul Khairiyah Jakarta Timur. Di sana seragamnya adalah kerudung, rok dibawa lutut tidak panjang, dan baju lengen pendek. Kalau saya inget-inget, saya hanya bisa tersenyum dengan seragam itu. :)
Kelas 4 cawu III saya berada di SD Muhammadiyah 6 Surabaya. Berkerudung juga baju lengen panjang dikeluarkan dan pakai celana, dan saya merasakan ini seraga ternyaman yang pernah saya pakai dulu.
Kemudian saya memutuskan untuk memilih SMP 12 Surabaya untuk melanjutkan jenjang saya. Di sini saya juga masih mengenakan kerudung saya dan semakin sempurna dengan lengan panjang dan rok panjang.
Di sana ada budaya yang unik menurut saya. Jadi suatu waktu ada pendaftaran untuk 4 organisasi yang ada di sana: MPK, OSIS, Mading, dan Rohis. Tiap kelas wajib mengirimkan delegasinya untuk mendaftar, dan yang mendaftar dibebaskan untuk mengikuti pelajaran kalau tidak salah selama 3 hari.
Hehe.. 3 hari ini diapain aja?
hufftt.. dipanggang, dijemur, diberi tugas ini dan itu. TT
Saya saja yang ikut seleksi Rohis, harus dijemur, dibentak, ditutup matanya sambil disuruh baca ayat kursi dengan kencang. Batin saya, apa-apaan ini.. T_T. Tapi ada satu seleksi yang unik, yaitu hafal ayat kursi dan berceramah.
Alhamdulillah saya diterima sebagai anggota Rohis SMP N 12 Surabaya.
Kegiatannya biasanya sabtu/minggu. Kami biasanya disuruh merangkum majalah Annida.
Satu kebiasaan buruk saya waktu SMP adalah, ketika ke kamar mandi, saya melempari kelas saya dengan kerikil.. Dan kalau bisa masuk ke ruangan rasanya seperti telah mencetak gawang Liverpool.. :D
Semua berakhir ketika Bapak menerima SK Pindah kerja ke Madiun. Dan rasanya hancur ketika harus meninggalkan teman2 yang sudah akrab, organisasi yang mendukung, dan juga saya termasuk menjadi panitia OSPEK yang saat itu terlihat keren.. :D
Hmm.. ya begitulah Takdir.
Menurut saya, yang paling galau saat pindahan sebenarnya adalah Ibu saya, karena harus mengurusi rumah, mengurusi sekolah kami.
Ibu dan Bapak mendaftarkan saya di SMP Negeri 1 Madiun, awalnya saya termasuk ditolak, karena katanya Kepsek sudah penuh, namun karena kegigihan Ibu saya menyakinkan bahwa saya orang yang mampu berada di sana, saya diterima juga disana..
Nah, disinilah titik awal Allah merubah kebiasaan saya.
Sewaktu pembelian seragam, saya bertanya pada guru, berapa jumlah wanita yang berkerudung yang seangkatan dengan saya, jawabnya hanya 1. Dan saya yang canggung dengan jumlah demikian dan belum baligh akhirnya memutuskan untuk melepas kerudung saya.
Awal masuk, katanya temen2 saya terlihat culun sekali, rambut panjang potongan datar, rok panjang, lengen pendek kepanjangan, dan juga kaos kaki sepak bola. Tapi lama2 saya menjadi sangat modis seiring kemampuan saya beradaptasi dengan teman2 sekitar.
3 bulan setelah masuk, saya pun mengalami mensturasi pertama. Kontan pada waktu itu saya sudah dikenai hukum2 Islam. Tapi saya yang waktu itu sudah nyaman dengan gaya ini, saya pun tetap bergaul tanpa menutup aurat.
Masa saya ini, kata ibu, adalah masa paling meneganggkan buat ibu saya. Karena puber saya ini membuat sifat2 saya dulu hilang, dan saya menjadi sangat mbandhel. Sebenarnya kenakalan ini membuat saya mempunyai banyak warna dalam hidup sekaligus membuat jiwa2 berprestasi saya mati.
Sampai akhirnya tahun ketiga, menjelang UAN.
Kakak saya yang menjadi TKW di Hongkong pulang sejenak. Ibu yang barusan mengunjungi kakak saya ini membawakan titipan kakak untuk saya, yaitu buku Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah (NPSM). Buku ini tidak saya baca dengan tuntas, tapi buku ini, luar biasa membawa perubahan pada diri saya. Hampir selalu ada tangisan penyesalan setiap saya membacanya. Kebetulan saat itu saya sedang jatuh cintrong buta.. :D Dan ketika saya membaca buku tersebut, saya menyadari betapa sia2nya saya memelihara rasa itu.. T_T
Setelah selesai UAN, maka sekolah saya termasuk sering diadakan presentasi dari SMA-SMA keren, mulai dari SMA Taruna, SMA 2, dan juga SNBI SMA 3 Madiun. Pada SNBI ini saya tertarik dan menceritakan antusias kepada orang tua. Alhamdulillah didukung, akhirnya ibu saya mengurusi segala perlengkapan pendaftaran saya. Sampai akhirnya saya ikut tes dan ditanyatakan lulus.
Alhamdulillah....
Saya masih tidak mengenakan kerudung saat awal masuk SMA.
Ketika awal saya masuk SMA, orang yang menjadi sahabat saya sekarang bilang kalau gaya saya songok, sombong, dan tipe orang2 yang ngegank.. Hehe,, emang waktu SMP saya termasuk anggota Geng. :)
Kalangan anak SNBI SMA 3 adalah orang2 pinter dari berbagai daerah di sekitar madiun. Mereka sudah terbiasa dengan prestasinya. Saya mungkin termasuk yang outlier.. :D.
Di sinilah saya berteman baik dengan Hafriliantika, Laili, Tantri, Arik, Novita, dll. Luar biasa..
Mungkin waktu itu, Tika dan Laili adalah target kakak kelas rohis, karena saya deket sama mereka saya juga katutan.
Waktu berjalan, dan luar biasa..
Saya masih tetap membaca buku NPSM ditambah lagi buku Ketajaman Mata Hati, semakin lengkap penyesalan saya. Dan akhirnya saya pun mulai sering bertanya-tanya tentang Islam pada temen saya. Saya tertarik pada kegiatan ini, termasuk waktu itu saya diajak ikut ngaji.
Seinget saya, waktu itu saya belum berkerudung waktu ikut pengajian sama kakak kelas. Dan sampai akhirnya, saya membaca Al-ahzab: 59 tentang kewajibab menutup aurat. Saya pulang dan mengatakan dengan teguh pada ibu saya, bahwa saya akan mengenakan kerudung. Ibu saya bertanya memastikan dan saya jawab dengan yakin bahwa saya akan menutup aurat saya.
Bulan ramadhan waktu itu saya lalui dengan penuh nilai-nilai sprititual, dan lebarannya pun penuh hikmah.
Kurang lebih 3 bulan di awal SMA, saya mengenakan kerudung saya. Tidak mudah, karena seragamku yang kotak-kotak hitam kayak serbet ini tidak tersedia di koperasi sekolah. Akhirnya saya dan ibu saya mencarinya di Malang. di Malang kami memutari 20 toko kain, saat kami putus asa, alhamdulillah kami menemukan kain tersebut. Belum lagi saat main ke rumah tetangga dan saya bilang kalau saya mau berkerudung malah dibilangin, "Kamu nggak usah jilbaban dulu aja, nunggu kalau udah jadi istri. Soalnya usia se kamu ini masih suka model-model dan budhe takut kalau kamu bakal lepas-pakai jilbabmu itu". Dengan yakin saya menjawab, Saya siap Insya Allah.
Tepat H-1 sebelum saya merubah total semua penampilan saya.
Baju yang baru dari penjahit dan baru kering, saya mintakan ibu untuk memasang kancing kusus agar sempurna menutup tangan.
Saya menyetrikanya sendiri dengan penuh perenungan dan setan sepertinya menggoda saya dengan kejinya. Maju dan mundur layaknya gerakan setrika yg saya mainkan. Dan dengan tetesan air mata serta keteguhan saya menyelesaikan setrika itu dengan semangat.
Dan sambutlah penampilan baru saya teman-temanku.. Kalian sudah tidak bisa menyebutku lagi Shasha-nya miss vs highhill karena rambut berantakanku.. :P
Luar biasa tanggapan dari teman dan kakak kelas, tapi aq sebenarnya sangat canggung dengan tanggapan tersebut. Saya pun lebih banyak di dalam ruangan.
Setelah itu, saya pun menanyakan pada Ibu. "Ibu, Ibu tahu kan kalau berkerudung itu wajib? Lalu kenapa Ibu membiarkan saya melepaskan kerudung ini.". Jawaban ibu saya, "Kamu adalah orang keras kepala, dan percuma ketika ibu harus menyampaikan ini". Ya, saya sadar, ibu saya menyampaikannya langsung pada Allah, dan Allah yang mengatur semua ini.. :(
Ibu memang orang yang paling mengerti saya.. Dan Allah adalah sebaik-baiknya penentu kehidupan.
Perkembangan saya luar biasa saat itu, dan saya semakin aktif di SKI SMA 3. Kerudung pun saya pakai walau hanya di depan rumah. Dan saya terus belajar dan belajar, sampai akhirnya saya kembali menemukan di An-Nuur: 31 kalau kerudung harus sampai menutupi dada. Saya pun marah ke Ibu, karena ibu nggak bilang. (ampun Bu..). akhirnya saya dan ibu belanja kerudung yang banyak.. Beli baju, dll.. Luar biasa perjuangan ibu waktu itu. Ibu saya seperti sahabat saya, saya menceritakan apa-apa yang terjadi.
Jumat, 04 Mei 2012
Ceroboh yang Memakan Korban
SESI I
Hari sabtu adalah hari olahraga di SMA 3 Madiun. Biasanya setelah olahraga sesuai dengan bidang minat masing-masing, temen-temen cewek CIS kongkow di markas (kebetulan itu kos-kosan saya, namanya HPK).
Apalagi yang dilakukan oleh remaja putri yang lagi ngumpul kalau nggak ngobrol.. Haha..
Hari itu (x) terhitung sebagai musim kemarau.
Notasi matematikanya adalah {X|x1, x2,... xj}. :D
Madiun itu, kalau sedang kemarau, panasnya lebih menyengat daripada Surabaya. #serius.
Karena inilah, topik kami adalah tentang panasnya Madiun. Masing-masing menceritakan tentang pengalamannya dalam mengatasi panasnya ini. Hmm.. saya lupa saya bercerita tentang apa. Yang saya ingat pasti adalah cerita dari Arda. :) Ceritanya menginspirasi dan bisa dijadikan solusi untuk mengatasi kondisi saya dan kamar saya.. :) Murah, meriah, mudah.
Arda menceritakan tentang, bagaimana Ibunya menangani panasnya rumah. Yaitu, dengan meletakkan ember berisi air di salah satu sudut ruangan yang diinginkan. Dengan didukung oleh landasan teori penguapan yang kuat, maka solusi ini dapat diterima.
Oke..
Karena sudah waktunya saya harus ke rumah Budhe, maka kami berpamitan.
(setiap sabtu-minggu adalah waktunya pulang kampung, karena saya nggak mungkin ke rumah ortu yang ada di Kalimantan, maka saya ke rumah Budhe saya).
SESI II
Ting-tong..
Hari minggu sore..
"Assalammualaikum, Bu Timbul, saya sampai."
Bu Timbul adalah Ibu Kos saya yang super baik.
Saya memasuki kamar dan merasakan panas yang menyengat. Kebetulan kamar saya menghadap timur.
Dan saya teringat solusi yang diceritakan Arda, maka saya mencoba mengimplementasikannya.
Saya mencari ember.
Hmm.. ember ini terlalu besar dan sepertinya memperburuk estetika kamar kami jika ini diletakkan di kamar.
Maka solusi lain adalah, saya mengambil Teko. Alasan logisnya adalah, teko itu kecil dan jika diletakkan di kamar, ia tidak akan mengurangi estetika ruangan.
Dan ide inilah yang menyebabkan jatuhnya korban.. :D
SESI III
Senin pagi, saya mengamati teko ini. Dalam hati berkata, "Subhanallah yah, Madiun emang panas banget, sampai-sampai di kamar ini terjadi penguapan."
Air dalam teko itu berkurang sebanyak kurang/lebih 1 cm.
Lalu saya ke Sekolah bersama teman-teman HPK yang lain.
Sehabis dari sekolah, saya mengamati teko itu lagi. Dan berkomentar yg sama dengan komentar tadi pagi. Namun ada satu hal yang mengganjal, kenapa ada gelas disana?
Saya pun masih berpegang teguh pada teori penguapan.
SESI IV
Tiba malamnya, kos saya penuh dengan para cewek2 CIS yang keren-keren. :)
Sampai suatu ketika, tibalah keinginan saya memasuki kamar. Dan betapa saya terkejut, ketika air di dalam teko itu hanya berisi setengah dan di sampingnya ada banyak gelas. Antara takut dan ingin mengakui kesalahan dan meminta maaf, saya menghampiri teman2 saya yg sedang berkumpul di luar.
Dan berkata, "Cah, tadi minum di air di teko di kamarku?" (ekspresi saya menimbulkan kecurigaan terhadap saya). Mereka menjawab, "Iya, lapo mbah??" ("mbah" adalah panggilan saya dulu).
Saya langsung lari, sambil cekikik'an.. :D:D:D
Temen2 yang merasa minumpun juga penasaran, akhirnya mengejar saya, dan saya tersudutkan oleh intrograsi2 yang mengintimidasi tapi saya cuma bisa ketawa pasrah.
Sampai saya sudah tenang, saya beri tahu, zat apa sebenarnya yang ada dalam teko tersebut. Hehe..
"Cah, itu air mentah,, maaf yaa.. ini karena saya dapat saran dari Arda".
Waaahhhhhhhh... Saya dicekek sama anak2 waktu itu.. :D
Dan mereka sewot, "kenapa tempatnya pakai teko??", "air keran atau air di bak?", "Mbahe kudu tanggung jawab kalau aq sakit perut", dll..
:D
Hehe.. Maafkan aku teman2..
Tapi cerita ini, selalu saya ajukan sebagai cerita lucu yang saya punya..
CIS - We Life Education, Inovation, Revolution, & Development
Minggu, 29 April 2012
Mereka Mengajariku Kesederhanaan.
Ibu, tidak akan memasukkan anak-anaknya sekolah di sekolah elite.
Bukan, bukan karena tak mampu.. Tapi karena, Ibu tak mau, anak-anak ibu tidak mengenal orang-orang susah. Ibu tak mau, anak-anak ibu tenggelam dalam budaya hedonis, saling memamerkan apa-apa yang sebenarnya bukan dari dirinya sendiri..
Ibu tak akan pernah melarang anak-anaknya berjualan, sekali pun dia masih SD dan harus masuk dari satu kelas ke kelas lain untuk menjajakannya. Karena itu mengasah mental bekerja keras dan bisnis.
Bapakmu, tak kan mengijinkanmu mengenyam pendidikan tinggi lewat jalan singkat pake uang. Bukan, bukan karena kami tak mampu, bahkan petinggi-petinggi PTN itu teman bapakmu. Namun disebabkan kami, menyadari kemampuan kalian dan kami menginginkan kalian bekerja keras..
Bapakmu, akan jarang memberikanmu barang dengan cuma-cuma, namun harus disertai dengan komitmen. Karena bapakmu tak ingin anaknya menjadi peminta.
Bapakmu, akan mengajarimu mengendarai semua jenis kendaraan, bukan-bukan untuk pamer, tapi agar kau mampu segera mandiri mewujudkan mimpi.
Bapakmu, melarangmu untuk menggunakan segala fasilitas tanpa ada urgensi. Bukan-bukan karena pelit.. Tapi karena kami takut akan tumbuh kesombongan dalam diri kalian..
Dan terakhir,,,
Bapakmu takut, jika kamu terus dalam kemewahan, tidak akan ada pria baik yang berani melamarmu..
atau wanita baik yang benar-benar menerimamu apa adanya.
Bahkan, bapak dengan ceria menceritakan bahwa beliau dikira supir, pembantu perumahan, dll.
Bahkan, ibu tidak malu jika barusan saja dikira orang peminta sumbangan saat datang ke sebuah bank..
Bukan, bukan karena tak mampu.. Tapi karena, Ibu tak mau, anak-anak ibu tidak mengenal orang-orang susah. Ibu tak mau, anak-anak ibu tenggelam dalam budaya hedonis, saling memamerkan apa-apa yang sebenarnya bukan dari dirinya sendiri..
Ibu tak akan pernah melarang anak-anaknya berjualan, sekali pun dia masih SD dan harus masuk dari satu kelas ke kelas lain untuk menjajakannya. Karena itu mengasah mental bekerja keras dan bisnis.
Bapakmu, tak kan mengijinkanmu mengenyam pendidikan tinggi lewat jalan singkat pake uang. Bukan, bukan karena kami tak mampu, bahkan petinggi-petinggi PTN itu teman bapakmu. Namun disebabkan kami, menyadari kemampuan kalian dan kami menginginkan kalian bekerja keras..
Bapakmu, akan jarang memberikanmu barang dengan cuma-cuma, namun harus disertai dengan komitmen. Karena bapakmu tak ingin anaknya menjadi peminta.
Bapakmu, akan mengajarimu mengendarai semua jenis kendaraan, bukan-bukan untuk pamer, tapi agar kau mampu segera mandiri mewujudkan mimpi.
Bapakmu, melarangmu untuk menggunakan segala fasilitas tanpa ada urgensi. Bukan-bukan karena pelit.. Tapi karena kami takut akan tumbuh kesombongan dalam diri kalian..
Dan terakhir,,,
Bapakmu takut, jika kamu terus dalam kemewahan, tidak akan ada pria baik yang berani melamarmu..
atau wanita baik yang benar-benar menerimamu apa adanya.
Bahkan, bapak dengan ceria menceritakan bahwa beliau dikira supir, pembantu perumahan, dll.
Bahkan, ibu tidak malu jika barusan saja dikira orang peminta sumbangan saat datang ke sebuah bank..
Pada kesederhanaan kalian, sungguh saya ingin meneladani..
Sabtu, 28 April 2012
Teori Dominasi
Saya seorang mahasiswa Teknik Informatika di salah satu PTN terbaik di wilayah timur Indonesia. alhamdulillah..
Saya, sangat mencintai apa2 yang saya pelajari disini, tentang Computer Science.. sayangnya, dalam diri saya, mencintai tak sejalan dengan menguasai.. Mungkin saya belum mendominasikan computer science terhadap diri saya sendiri..
hehe..
Singkat cerita, saya suka sekali dengan yang namanya Mechine Learning.
Bismillahirrahmanirrahim, semoga dengan tulisan saya disini ttg Mechine Learning kaitannya dengan teori dominasi bisa menambah pemahaman saya lebih baik.
Mechine Learning..
Apa itu mechine learning?
Berdasarkan arti sederhananya: mechine = mesin, learning = pembelajaran..
ya, betul.. Mechine Learning adalah mesin pembelajaran..
Mechine learning untuk apa?
menurut saya, mechine learning ini mirip sekali dengan fungsi otak manusia. Dia terprogram untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.
Menyelesaikan permasalahan bagaimana?
ya tergantung si pemogram itu sendiri. Bisa jadi digunakan untuk mengenal sesuatu bentuk, memilah-milah, mendefinisikan sesuatu, dll.
Hmm.. masih bingung?
lebih konkritnya, Mechine learning itu bisa disamakan dengan pemodelan matematika. Sederhanya yg ada pada persamaan linear.
X = 4A + B + 10C..
Namun tentunya mechine learning tidak sesimpel itu..
Misalnya, sebuah Bank mempunyai masalah, bagaimana membuat sistem otomatis untuk menentukan nasabah mana yang diterima pengajuan pinjamannya.. :)
Yup, disinilah peran Mechine Learning dituntut.. Dia harus mempunyai pengetahuan kriteria2 nasabah yang pengajuan pinjamannya di-ACC.
bahasa matematika-nya pemodelan.
Mechine Learning merupakan model pengetahuan dari masalah2 tersebut. dalam teori data mining sendiri, Mechine Learning bisa berupa decision tree, clustering, klasifikasi, neural network, genetic algorithm, dll..
banyak lahh..
Pembahasan terpenting adalah mengenai, bagaimana proses pembentukan model itu terjadi. Dan itu yang akan saya kaitkan mechine learning dan teori dominasi terhadap manusia.
Bagaimana model tersebut dibangun?
Dalam mechine learning, ada dua tahap inti yang harus dilakukan, yaitu training dan testing. Pada tahap training inilah model dibangun berdasarkan pengetahuan2 yang disediakan. Sedangkan tahap testing digunakan untuk mengatahui kualitas model ini.
(sek,,, ngantuk g kuat... )
_Pesta Ilmu_
Saya, sangat mencintai apa2 yang saya pelajari disini, tentang Computer Science.. sayangnya, dalam diri saya, mencintai tak sejalan dengan menguasai.. Mungkin saya belum mendominasikan computer science terhadap diri saya sendiri..
hehe..
Singkat cerita, saya suka sekali dengan yang namanya Mechine Learning.
Bismillahirrahmanirrahim, semoga dengan tulisan saya disini ttg Mechine Learning kaitannya dengan teori dominasi bisa menambah pemahaman saya lebih baik.
Mechine Learning..
![]() |
| Neural Network |
Apa itu mechine learning?
Berdasarkan arti sederhananya: mechine = mesin, learning = pembelajaran..
ya, betul.. Mechine Learning adalah mesin pembelajaran..
Mechine learning untuk apa?
menurut saya, mechine learning ini mirip sekali dengan fungsi otak manusia. Dia terprogram untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.
Menyelesaikan permasalahan bagaimana?
ya tergantung si pemogram itu sendiri. Bisa jadi digunakan untuk mengenal sesuatu bentuk, memilah-milah, mendefinisikan sesuatu, dll.
Hmm.. masih bingung?
lebih konkritnya, Mechine learning itu bisa disamakan dengan pemodelan matematika. Sederhanya yg ada pada persamaan linear.
X = 4A + B + 10C..
Namun tentunya mechine learning tidak sesimpel itu..
Misalnya, sebuah Bank mempunyai masalah, bagaimana membuat sistem otomatis untuk menentukan nasabah mana yang diterima pengajuan pinjamannya.. :)
Yup, disinilah peran Mechine Learning dituntut.. Dia harus mempunyai pengetahuan kriteria2 nasabah yang pengajuan pinjamannya di-ACC.
bahasa matematika-nya pemodelan.
Mechine Learning merupakan model pengetahuan dari masalah2 tersebut. dalam teori data mining sendiri, Mechine Learning bisa berupa decision tree, clustering, klasifikasi, neural network, genetic algorithm, dll..
banyak lahh..
Pembahasan terpenting adalah mengenai, bagaimana proses pembentukan model itu terjadi. Dan itu yang akan saya kaitkan mechine learning dan teori dominasi terhadap manusia.
Bagaimana model tersebut dibangun?
Dalam mechine learning, ada dua tahap inti yang harus dilakukan, yaitu training dan testing. Pada tahap training inilah model dibangun berdasarkan pengetahuan2 yang disediakan. Sedangkan tahap testing digunakan untuk mengatahui kualitas model ini.
(sek,,, ngantuk g kuat... )
_Pesta Ilmu_
Senin, 20 Februari 2012
Kabur untuk mencari obat rindu
Iya, pernah liat film dengan adegan sepasang kekasih yang saling merahasiakan pertemuannya? Lalu, saling memberikan kabar yang tidak tepat kepada seseorang agar dipercaya sehingga kepergiannya dapat dibenarkan.
Kalo diingat reka adegan pertemuanku dan sahabat SMA seperti kekasih yang benar2 ingin bertemu.
Bertemu disaat sebenarnya kami tidak boleh keluar dari kota masing-masing. Saya pun dengan ragu, takut, dan bersungguh-sungguh untuk meminta ijin pada teman-teman di kota yang kejam ini..
Dan aku merasakan nikmatnya pergi bersama sahabat lawas yang sudah lama tak berjumpa..
Kalo diingat reka adegan pertemuanku dan sahabat SMA seperti kekasih yang benar2 ingin bertemu.
Bertemu disaat sebenarnya kami tidak boleh keluar dari kota masing-masing. Saya pun dengan ragu, takut, dan bersungguh-sungguh untuk meminta ijin pada teman-teman di kota yang kejam ini..
Dan aku merasakan nikmatnya pergi bersama sahabat lawas yang sudah lama tak berjumpa..
Jumat, 27 Januari 2012
Diam Saja
Apa tujuanmu mengutarakan perasaanmu itu?
Padahal kau tau itu mampu mengusik hatimu dan hatinya?
Dan kau tau dan sadar 100% kalau dirimu belum mampu mengetuk pintu rumahnya..
Apa tujuanmu mengutarakan perasaanmu itu?
Membiarkan pikiran dan perhatiannya tertuju padamu?
Sudah yakin bisa membalas perhatiannya?
Padahal kamu belum mampu memberikan perhatian pada dirimu untuk kesiapan menyatakan pinangan kepada keluarganya..
Apa tujuanmu mengutarakan perasaanmu itu?
Untuk menawan hatinya kah?
Agar dia selalu tertuju padamu untuk sebuah harapan seorang pendamping?
Diamlah saja jika belum menyiapkan diri untuk mengikrarkan perjanjian berat dalam ijab qabul itu.
Jangan berusaha untuk menawannya dengan pengakuanmu itu..
Diamlah saja, ia sedang ingin mengasah imannya pada takdir tentang Jodoh itu..
Diamlah saja, ia tak ingin penantiannya terganggu oleh perasaan haru, perasaan bersalah kala tidak membalas, perasaan harap tak jelas. Biarkan ia berfokus pada penantiannya dalam atmosfer perbaikan diri..
Diamlah saja, selama engkau juga percaya Allah telah mempersiapkan yang terbaik buat kita.
Padahal kau tau itu mampu mengusik hatimu dan hatinya?
Dan kau tau dan sadar 100% kalau dirimu belum mampu mengetuk pintu rumahnya..
Apa tujuanmu mengutarakan perasaanmu itu?
Membiarkan pikiran dan perhatiannya tertuju padamu?
Sudah yakin bisa membalas perhatiannya?
Padahal kamu belum mampu memberikan perhatian pada dirimu untuk kesiapan menyatakan pinangan kepada keluarganya..
Apa tujuanmu mengutarakan perasaanmu itu?
Untuk menawan hatinya kah?
Agar dia selalu tertuju padamu untuk sebuah harapan seorang pendamping?
Diamlah saja jika belum menyiapkan diri untuk mengikrarkan perjanjian berat dalam ijab qabul itu.
Jangan berusaha untuk menawannya dengan pengakuanmu itu..
Diamlah saja, ia sedang ingin mengasah imannya pada takdir tentang Jodoh itu..
Diamlah saja, ia tak ingin penantiannya terganggu oleh perasaan haru, perasaan bersalah kala tidak membalas, perasaan harap tak jelas. Biarkan ia berfokus pada penantiannya dalam atmosfer perbaikan diri..
Diamlah saja, selama engkau juga percaya Allah telah mempersiapkan yang terbaik buat kita.
Langganan:
Postingan (Atom)

