Musyawarah berasal dari kata syawara-yusyawiru yg berarti 'saling memberi dan meminta nasihat atau saran'. Dari kata kerja itu juga muncul arti 'mengambil madu dari sarang lebah'. Dengan demikian, esensi musyawarah adalah pengambilan keputusan yg terbaik ttg sesuatu masalah. Musyawarah sangat dibutuhkan ketika menghadapi masalah rumit. Keputusan yg merupakan hasil musyawarah akan memberikan keputusan. Hal ini agar setiap keputusan tidak berakhir dengan penyesalan dan semaksimal mungkin dapat memenuhi keinginan orang banyak.
Rasullah SAW. menjadikan musyawarah sebagai awal dari seiap proses pengambilan keputusan. Beliau tidak pernah malu meminta nasihat atau saran kepada sahabatnya tentang suatu masalh. Bahkan, musyawarah merupakan salah satu kunci sukses kepemimpinan beliau. Allah SWT berfirman "Maka berkat rahmat Allah engkau - Muhammad- berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhi dri dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah kamu dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekat, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yg bertawakal". (Al- Imran : 159)
Rasullah menegaskan bhwa org yg membiasakan musyawarah itu terjaga (dari kesalahan dan kekeliruan) (H.R. Abu Daud)
Bagi seorang muslim, musyawarah hendaknya menjadi sebuah forum untuk kemaslahatan bersama. Rasullah SAW bersabda "Agama adalah nasihat". Para sahabat bertanya "Untuk siapa nasihat itu?"
"Untuk Allah, kitabNya, RasulNya, dan para pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya". (H.R. Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar