Senin, 05 September 2011

Opini yang Terwariskan

Suatu hari adekq (kelas 5) mendapatkan pertanyaan dalam ujiannya, apa tugas anggota DPR.
Tak disangka, jawabannya begitu mengenaskan, TIDUR, katanya.

inilah Opini yang terwariskan pada anak negeri, aku khawatir pada citra buruk yang ditampilkan secara berlebihan. Hingga keburukan itu menjadi identik pada suatu lembaga besar itu. Media tampaknya tak memberikan informasi secara seimbang pada masyarakat.
Pun, aku khawatir pada gunjingan2 yg intensif sering dilakukan, hingga akhirnya keburukan itu menjadi wajah si korban gunjingan.

Keburukan itu perlu diketahui, bagi kami generasi muda yang akan mewarisi negeri.
Tapi..
Bukan keburukan yang teridentikan kepada seseorang..
Cukup esensi dari, latar belakang keburukan itu muncul, cara keburukan itu muncul, dan kemungkinan lain terkait keburukan itu.
Bukan mengenai figuritas pelaku.
Sehingga rasa-rasa muncul dalam dada untuk harus menghakiminya secara sempurna dan bersama.

Ya Rabb, lindungilah kami dari pemimpin yang dzalim dan tidak adil...

Minggu, 04 September 2011

Santri Al-Qur'an

Sewaktu perjalanan mudik, saya sempat menyanyikan lagu ini..
Ibu saya langsung kaget, dan bertanya, "Kamu masih inget Fit?"

Inget banget Bu, sempet aq jadikan yel2 waktu ada acara di kampus sama temenku..

Yup, wajar banget kalo ibuku kaget, soalnya ini lagu diajarin ke saya waktu saya TPA, kemungkinan saya masih berumur 3 tahun.. Daya ingat anak kecil emang luar biasa.. Jangankan lagunya, sama ustadzah yang ngajarin aja, aq inget posisi duduknya, bau badannya, dan kumis halusnya.. hehehe.. :)

Semoga bisa jadi pelajaran buat anak-anak muslim berikutnya, bahwa ajarkanlah segala kebaikan pada anak suci itu, sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya..


Penasaran sama lagunya, yuk disimak..

"Kamilah santri TK Al-Qur'an,
Rajin belajar giat bekerja..
Qur'an di tangan, jadi pedoman..
Kita sambut kebangkitan Islam..

Qur'an di tangan, jadi pedoman..
Kita sambut kebangkitan Islam..

Kalau kau jauh dari Al-Qur'an,
hidupmu pasti akan sengsara,
Kacau dunia, rusak binasa,
diakhirat mendapatkan siksa.."


Sederhana,
waktu kecil tak begitu memahami artinya dengan baik.
Tapi seiring dengan kedewasaan, Alhamdulillah Allah mengajariku dengan rahmatNya.
Dan kenyataan memang benar, terlukiskan pada prasasti bersejarah masjid, pada kitab2, pada ilmu pengetahuan, pada kejayaan masa lampau..
bahwa
Jaman kejayaan Islam adalah manakala umat islam sendiri taat pada pedomanNya, Qur'an dan Hadist.
Bahkan fakta ini pun dibenarkan oleh para misionaris, dengan strategi indahnya, mengajak manusia menjauhi Al-Qur'an dengan Fun, Food, n Fashion-nya..
Seolah tabu, saat muslimat mengenakan kerudung yang menutup dada dan lebar.
Seolah Tabu, saat muslimat yang mendekap tangannya saat bersalaman..
Seolah asing, saat menenteng al-quran secara terang dan membacanya diantara kerumunan tak bermanfaat.
Seolah asing dengan seruan2 kebaikan...


#ingin menjadi santri Al-Qur'an lagi, semoga Allah berkenan terhadap keingininan ini.. Amin

Jumat, 19 Agustus 2011

Maaf, cuma bisa Kritik

kita cuma mahasiswa, pelajar, ya wajar kalo kita cuma bisa mengkritik, lah wong g punya kuasa atas perbaikan. :)
setidaknya pemikiran kritis, kritik, saran, marah, menjadi bekal SWOT untuk kehidupan kita nantinya. Demi perbaikan bangsa. :)
Pemerintah pasti seneng kalau melihat pemudanya turut memikirkan kondisi negeri ini.. Semoga pemerintah sekarang bisa meneladani kepemimpinan Umar ra. Ketika pidato kenegaraan pertama kali, disahut oleh seseorang dengan andaikata kami mendapati penyimpangan dalam dirimu, maka kami akan meluruskannya dengan pedang kami. Dan umar pun tersenyum sambil menjawab dengan bijak. "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di dalam umat ini orang yang akan meluruskan penyimpangan Umar dengan pedangnya."
Dan semoga kita bisa meneladani kisah ini.. :)

Noor Fitria Azzahra ‎#serial wawasan demokrasi. partisipasi masyarakat dan kontrol publik

ORGANISASI PEMUDA DALAM UNDANG-UNDANG

BAB XI
ORGANISASI KEPEMUDAAN
Pasal 40
(1) Organisasi kepemudaan dibentuk oleh pemuda
(2) Organisasi kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk berdasarkan kesamaan asas, agama, ideologi, minat dan bakat,atau kepentingan, yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Organisasi kepemudaan juga dapat dibentuk dalam ruang lingkup kepelajaran dan kemahasiswaan.
(4) Organisasi kepemudaan berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan

Pemerintah dan Rakyaknya

Mengucapkan syukur pada Allah, yang selalu memberikan pengalaman baru disetiap pekannya.. :D
I do love July..
dan kata2 paling merenung, menohok, lalu merasa miris adalah pernyataan dari Gus Ipul.. "Sehebat-hebatnya pemerintah, tetap saja tidak bisa menjangkau semuanya, maka pemerintah berusaha merangkul lembaga2 yang bisa menjadi kepanjangan tangan".

kenapa merenung? karena saya menyadarinya, dan semoga apa yang dikatakan bener2 niatan tulus.
Kenapa menohok? karena fenomena yang ada sekarang, bukanlah saling taawun (tolong-menolong), tapi saling mengklaim benar, saling menyalahkan, saling berusaha untuk meniadakan.
dan kenapa miris? karena hal itu banyak terjadi disekitar saya, termasuk mahasiswa maupun birokrasi.


Demokrasi di Indonesia

Suatu kampung, tak diakui. Warganya sakit tapi pemerintah berkelit, katanya karena mereka diatas tanah sengketa. Hak memperoleh pendidikan pun juga tergadaikan. Tapi soal pemilu, mereka bisa mendapatkan haknya.. :'(.. Negeriku.. Dewasalah...

Politik dan Ilmu

maka keputusan sumber daya politik sangat dibutuhkan sebagai driver untuk mencapai tujuan dan cita2 kita..
#metro TV, dalam wacana: Teknologi untuk Rakyat, mengkritisi ketidakperhatian kepada para peneliti di negeri ini.
Kemudian dilanjutkan dalam closing statement: Tidak ada Negara MISKIN, yang ada hanyalah negara yang SALAH KELOLA.