Subhanallah, walhamdulillah, allahu akbar..
Begitu mempesonanya hari ini.
Setelah pengalaman pertama naik motor sby-mojokerto PP dan nyetir sendiri, lalu mengikuti rangkaian acara akad nikah kakak kontrakan dulu, ngobrol2 sama temen, Liqo, bercanda dengan keluarga, ngobrol sama ibu, dan akhirnya menulis untuk blog ini.. :)
Dari 3 akad nikah yang pernah saya tau, baru pertama kali ini terasa mengharukan, dan sampai menitikkan air mata.
Lain kali saya akan lebih mengusahakan untuk menghadiiri akad nikah ahh.. ^_^
Kalo datang ke resepsi pasti yang dipersiapkan adalah kehebohan hadiah, beberapa surprise, atau apalah.. Beda ketika datang ketika saat akad, suasananya khusyuk, nasihatnya bener2 JOS, dan merupakan momen sakral, karena didalamnya terdapat SATU KALIMAT MENGUBAH DUNIA.
Hmm...
Baiklah saya mulai menceritakan satu per satu adegan mengharukan dalam acara tadi.
Pertama, Nasihat Pernikahan..
Subhanallah,, bener2 berat rasanya, padahal saya cuma dengerin, apalagi yang dinasihatin ya..
"Adekku Fulan, ayahnya Fulahnah. telah mentarbiyah putrinya hingga ia memiliki karakter saksiyah islamiyah seperti ini, dengan dibacakan akad nantinya, maka proses pentarbiyahan akan berpindah menjadi tanggung jawabmu. Istrimu adalah tempat berladang dapat kau gunakan sesuka hatimu, maka tanamkah benih2 yang dapat menjadi pohon, yang akarnya menancam dalam, daunnya lebat, rantingnya menjulang, dan buahnya dapat dipetik kapan saja..
teruntuk adekku Fulanah, tarbiyahi dirimu sendiri juga, jagalah dirimu dan anak2mu dari harta yang haram yang dibawa oleh suamimu. Tarbiyah mandiri untuk dirimu, dan tarbiyah rabbani untuk anak-anakmu. Fulan dan Fulanah, kalian telah dipertemukan dalam dakwah, maka dengan bersatunya kalian, kalian harus mensinergiskan dakwah kalian. Kalian adalah daiyah yang dinanti masyarakat sebagai tauladan umat, keluarga penuh berkah"..
Ya, sedikit taujih pernikahan yang kuingat tanpa kucatat, karena aku sendiri merasa nasihat yang begitu bermakna dan berat... :)
Begitulah, dua pasang yang dipertemukan setelah melalui proses2 tarbiyah yang membahana ditelinga kami.. :)
Rangkaian acara berikutnya adalah pengucapkan akad.. Kog saya jadi ikutan nervous ya??
Dalam akad pasti disebutkan maharnya, dan subhanallah,, saya takjub dengan maharnya..
Bukan MAHAR BIASA..
Surat Ar-Rahman (permintaan khusus dari sang calon istri), uang Rp 500.000,00 , dan kitab tafsir yang berjilid2...
Dulu saya pernah berkomentar, kenapa akad kog mesti perlengkapan solat, al-qur'an.? Kayaknya mempelai wanita udah punya mukena yang lebih bagus, punya alqur'an yang lebih komplit.. Kan eman, mending dikasih kitab tafsir. Nah, hari ini saya melihatnya LIVE, tanpa perlengkapan solat, tanpa al-quran. Tapi kitab tafsir, uang, dan surat Ar-Rahman... :)
Hmm.. Nanti saya dapat mahar apa ya? Ntah lah, saya hanya ingin menjadi wanita yang tidak memberatkan pihak laki2, semoga..
Rangkaian ketiga yang paling mengharukan adalah sesi pemberian mahar. Yup, membacakan surat Ar-Rahman.. Kembali lagi menitikkan air mata, ketika mempelai pria membacakan ayat demi ayat..
Setelah itu, kedua insanpun yg dulunya haram menyentuhnya kini menjadi berkah menjamahnya.. SATU KATA MENGUBAH DUNIA.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar